Diajengbeth’s Blog

June 17, 2010

.g.i.f.t.

Filed under: Uncategorized — bethenglish @ 9:40 am

Wuah!

Lama juga gak njenguk rumah kedua ini. Kangen bangeeetttt (ingat, gak pake band!!)

Tercatat postingan terakhir adalah June, 15 2009. Wow! It was a year ago.

And  what happened in ‘that’ year? Emmh so many!

Oke, merunut dari pepatah yang dipopulerkan oleh Master Oogway Kun Fu Pand (yang banyak dikopas bwt jadi status di fesbuk) itu, kali ini aku cuma pengen share tentang porsi ‘gift’ nya saja. Ya, today is a gift.

Ups! Hampir lupa, for your information, udah sekitar delapan bulan ini aku tinggal di kediaman simbahku di Magelang. Kota kecil yang terletak di sebelah utara Jogja, kota dimana Candi Borobudur dengan megahnya berdiri. Walau tidak jarang juga orang yang mungkin dulu waktu SMA nilai Geografinya tiarap, menyebutkan bahwa Borobudur ada di Jogja (hey, kemana aja?).

Yeah, a cute girl with an old Man and an old Lady (panggilan sayang Omku buat mbah akung n mbah uti).

Mbah akung adalah seorang pensiunan guru SD, dan hampir semua putra putri beliau (yang berjumlah 9 orang) diajar beliau ketika SD. Kegiatan beliau sekarang adalah melakukan-kesibukan-apapun-selama-asam-uratnya-tidak-kambuh. Mulai dari menguras kolam ikan, pergi ke sawah, hingga merapikan batu di jalan depan rumah. Mbah akungku ini tidak akan tahan jika sehari saja tidak ngunjuk teh sambil merokok rokok linting. Tehnya pun jika tidak kental, beliau segan meminumnya. Untuk menghasilkan satu gelas teh yang kental, ukuran tehnya sendiri hampir sepertiga ukuran gelasnya (bagi yang sedang diare, boleh meniru sebagai resep mujarab ;) ) Saking cintanya sama rokok, beliau sampai berikrar ‘‘nek pabrik rokok durung tutup, aku ra’ang mandek ngrokok (selama pabrik rokok belum tutup, aku gak akan berhenti merokok)’’ beuuhhhh… coba kalo salah satu Dirut pabrik rokok terbesar di Kudus sana denger, udah dijadiin Brand Ambassador aja mbah akungku. Hidup mbah akung!

Nah, kalo mbah utiku, hemmm… beliau hobi banget nyuruh orang minum (bikin teh/ kopi) sama nyuruh orang makan. Sehari tiga kali. Jangan harap mbah uti akan berhenti bilang “kono…madhang!” kalo belum pergi ke meja makan, trus makan. Diet? Kui telo dikapakke?? (itu mungkin pertanyaan yang akan dilontarkan mbah uti jika mendengar alasanku). So, dengan berat hati kunyanyikan I am sorry goodbye-nya KD pada diet. hmph…

Satu lagi, menu andalan masak mbah uti adalah santan. Santan is everything in her life. Hingga aku berfikir, jika beliau dulu sempat mengenyam bangku kuliah, bisa dipastikan, di lembar acknowledgement skripsi-nya, beliau pasti menuliskan “thanks to santan, you are my everything, love U so much”. So, bagi kalian yang sekarang shock melihat ukuran tubuhku, bisa disimpulkan siapa oknum yang bertanggung jawab atas semua ini. (sebelum nulis postingan ini, udah sungkem duluan sama mbah uti :P )

Katanya ngomongin hari ini yang kata Master Oogway is a gift, mana gift-nya beth?

Bentaaaar… sabaaaarrr… Ni mau mulai cerita (what? Dari tadi itu belum mulai???)

Huehehehe

Becanda ah!

Jadi, menu hari ini agak sedikit berbeda, yaitu sayur buncis tanpa kuah dan tanpa santan tentunya (horeeeeee!!!!!)

Ada yang bertanya kenapa mbah uti tidak memakai santan?

Hehehe…. In fact, itu tadi dapat hantaran makanan dari tetangga yang sodaranya baru meninggal. Tradisi di sini adalah mengantar makanan ke rumah orang yang ikut takziah ketika ada orang yang meninggal. Dan makanannya pun seperti layaknya orang yang sedang punya hajat, macem macem! Emang si, terkesan gimanaa gitu. But again, it’s a tradition here.

Diambil positifnya aja, sehari ini aku bisa menikmati menu makanan tanpa santan. Coba gini aja terus tiap hari (bukaaaan, bukan tiap hari ada yang nganter makanan dari tempat orang meninggal, bukaaaaaannnn!!!)

Yeah, kesannya apa gitu, sayur buncis aja dijadiin gift. But that’s not the point here. Intinya, gimana cara kita mensyukuri tiap nikmat yang diberi Tuhan. Pengen bahagia? Bersyukurlah.

See? it’s so simple, isn’t it? ;)

8 Comments »

  1. Setelah membaca blog ini aku punya pandangan baru bahwa ternyata makanan favorit yang uti bukan terong melainkan santan

    beth:
    yang keranjingan terong tu akyuuuuu
    huehehehehe

    Comment by Evi aja — June 17, 2010 @ 11:39 am

  2. huahahahahaha.. beti akhirnya kau menulis kembali *bighug*

    tak bisa kubayangkan sebesar eh salah selebar apa kau sekarang kwkwkwkw

    beth:
    baru dapet hidayah ni ies…
    wakakaka
    tenaaang… pepatah mengatakan, badanku tak selebar daun kelor kok! :D

    Comment by iestea — June 18, 2010 @ 8:27 am

  3. hmm, nice, very nice,,
    hahahahah, apa coba,,
    eh mb mbok kpn2 ajak hera kt4 akung m uti, biar hera disuruh mkn 3 X sehari, hmmm, nyam-nyam,,
    hahahhaha (mw dunk),,,
    biar hera jd gede dan rada (bohay), hahahahha
    pizzz,,,,,

    aku telah menepati janjiku untuk mebuka, membaca, dan mengomentari blogmu mb, hahahhahaha

    beth:
    wakz!
    bohay?
    emmmm keknya mbah utiku belum bisa membantu hera dalam hal itu
    tabah ya ra…

    Comment by hera — June 18, 2010 @ 9:52 am

  4. Oh my GOD…

    beth:
    astaghfirullah…

    Comment by Samsul Arifin — June 20, 2010 @ 11:25 pm

  5. kayane pengantare kedawan luh, masa isine mung sakiprit…
    tapi gpp, tetep nulis ya Nduk? :)

    beth:
    hehehe
    warming up Mas ;)

    Comment by suliwa — June 21, 2010 @ 4:18 am

  6. eh kayanya aku pernah baca tulisan ini deh..

    beth:
    ah masaaaaa…
    ah yang bo’ooooong…..
    nuhun eniwei Sep!

    Comment by Askinas — June 24, 2010 @ 10:32 am

  7. Wah nek akeh sing nganteri panganan berarti akeh sing mati..hm..jangan2 ada pembunuhan berantai. Perlu nyeluk conan edogawa r?

    beth:
    sepertinya kau tidak menyimak tulisankku dengan baik Bud…
    tingkatkan belajarmu

    Comment by hanif — July 13, 2010 @ 2:58 pm

  8. whahahaa, beth buncis ki ra enak tulih ,..tp saluut bgt sayur buncis iso dadi gift buat mu…
    teyuss semboyan yg cucox “tiada hr tanpa santan ya beth hahahaha…

    beth:
    yah…begitulah…kirah-kirah…
    hmph ;)

    Comment by mafa — September 20, 2010 @ 10:43 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.