Apa yang kalian lakukan ketika sakit datang mendera? Mencari obat, pergi ke dukun, ato diem aja karena itu cuma sakit panu? Tapi saya percaya, walaupun itu cuma se lingkar panu (ukuran panu apa sih?), pasti kita akan berusaha untuk mencari obat penawarnya.
Namun jika sakit kali ini bukan fisik, melainkan psikis, tepatnya hati? Saya rasa mencari obatnya tidak akan semudah mencari kalpanax di warung dekat rumah. Bahkan almarhum Meggy Z lebih memilih untuk sakit gigi daripada sakit hati. Maka dari itu saya berkesimpulan bahwa mencari obat sakit hati menduduki kesulitan setingkat di atas sakit gigi dan dua tingkat di atas sakit panu. Kenapa panu dijadiin perbandingannya sih? Oke..saya delete saja panu dari daftar, saya gantikan kurap. Deal?
Oke, let’s focus on the track. Ya, tiap orang yang punya hati mesti pernah merasakan apa yang disebut sakit hati. Penyebabnya bisa beragam, dan kali ini saya mengambil sampel yang paling masal, cinta. Ehem!
Selama ini banyak korban yang berjatuhan karena cinta. tsaaaaahhhh! Banyak yang sukses mencari penawarnya, tapi gak sedikit juga yang kalah telak. Mereka yang sukses adalah mereka yang dengan ikhlas memaafkan si pembuat sakit hati dan dengan ikhlas juga berjalan tegak ke depan dengan senyum menawan (untuk cowok) dan senyum menawati (untuk cewek). Sedangkan mereka yang kalah adalah mereka yang masih saja berkutat dengan hati mereka yang masih berat memaafkan dan bahkan masih sibuk menyusun cara bagaimana agar rasa sakit hatinya terbalaskan. Ckckckckckck… *geleng2 kepala sambil ngelus2 jenggot*
Pengen tau cara jitu biar sembuh dari sakit hati? Berikut ada beberapa stategi yang bisa dilancarkan ketika sakit hati melanda. Cek ini di luar (baca: check this out)!
>> cari yang lain, anggep angin lalu aja.
>> nyibukin diri.
>> having fun with friends: shopping, karaoke, walking around, or just chatting.
>> nangis sejadi-jadinya, makan sebanyak-banyaknya, refreshing juga.
>> shopping, makan coklat dan segala macamnya, baca novel, nyikatin kamar mandi, beres2 rumah, nyuci n nyetrika, ndengerin lagu yang kenceng, hangout.
>> tuangkan perasaan dalam tulisan.
>> ke gramed baca majalah mobil/ motor/ sport gratisan.
>> belajar dari kesalahan untuk tidak mengulangi kesalahan, menjadi seorang yang jauh lebih baik.
Yup! Those are the medicines yang mana mujarab banget khasiatnya. Semua itu disampaikan langsung oleh para nara sumber yang tidak boleh disebut namanya, they whose name can’t be mentioned. Tapi segimana mujarabnya sebuah obat, kalo kitanya sendiri gak niat mo sembuh, ya susyeh. Udah minum combantrine satu liter pun kalo kita tetep ngebiarin kuku kita panjang2 plus ujungnya item2 dan tiap hari masih asyik masyhuk mainan tanah ato pasir tanpa nyuci tangan sesudahnya, ya teuteup… cacingan. Sembuh: kemauan dan usaha kita sendiri. Me is my medicine.
Enjoy this beautiful world, guys!
sakit hati si panganan apa kue? hahaha
ketone mandan kenal beberapa tips e luh hahaha
beth:
panganan ora enak.hahaha
ah, mbak iis sok kenal deh…
Comment by iestea — March 31, 2011 @ 9:07 am
kayaknya aku tahu siapa yang njawab “tuangkan perasaan dalam tulisan”. hehehe..
*soale sering krungu jawaban kuwe untuk pertanyaan apapun..
beth:
ya, beliaunya memang tidak kreatip… yang sabar ya Ren…
*dipenthungi*
Comment by fairuzdarin — March 31, 2011 @ 10:46 am
akhirnya muncul juga tulisan ini.
ayo berdiri lagi beth, bersamaku, sahabatmu.
beth:
ipin berle…
Comment by samsul arifin — March 31, 2011 @ 4:59 pm
Benar juga. memang memaafkan adalah obat yg paling mujarab! kata teman saya forgiving is a real pain killer gt hehe.
ya..menurut ak bukannya anggap angin lalu, tp kt jdkn sbg pembelajarn agr kt tdk lakukan kesalahan yg sama.
beth:
saya juga setuju…
Comment by senjadijogja — April 2, 2011 @ 5:23 pm
saia pernah sakit hati Cyiiiin,, ta akui itu sangadh menyakitkan.
Tapi benul,, disaat ikhlas itu dateng…
subhanallah… luar biasa…
yang ada adalah… hmm,, sudah lupa tuh.. maaf, Anda siapa ya?? #dengan orang yang sudah melukai hatiku.
beth:
hahaha, toss dulu kalo begitu…
Comment by kania — April 4, 2011 @ 1:19 pm
Iya. Mungkin saya sudah bisa memaafkan org yg bagi saya tdk menyakiti saya, tp cukup membuat saya kecewa. Saya benar2 sudah bisa melepaskannya.
Dia bukan siap2 saya, bukan pacar, bukan teman dekat (alias istilahnya konco kentel), bukan juga teman tampaknya.
Sy merasa dia sdh tdk mau berteman dg saya, jd buat ap dipaksakan. iya kan?
I wish a happy life for him!
beth:
ibarat kate ye… masih banyak ntu ikan di laut… hehehehe
Comment by senjadijogja — May 22, 2011 @ 1:43 pm